DPR Kualitas Sampah

Sebelumnya Rachel Maryam yang jalan-jalan ke Prancis meminta fasilitas KBRI. Lalu Ade Komarudin melontarkan kata "genit" kepada rombongan PIA (Persaudaraan Istri Anggota DPR) yang mungkin niatnya mengkoreksi, mengklarifikasi sekaligus menyelamatkan citra istri-istri dewan plesiran ke Jepang. Namun kemudian ditanggapi Fadli Zon yang kebetulan istrinya ada dalam rombongan itu dengan menyalahkan ketumnya sendiri.

Tak susah untuk menakar kualitas otak Fadli Zon. Apa sudah lupa bahwa sebelumnya dia terlibat kampanye dan foto-foto dengan pendukung bayaran Donald Trump. Setelah kunjungan kerja yang dibiayai negara, dia dengan Setya Novanto jalan-jalan di Amerika dan beralasan menggunakan duit sendiri. Padahal tiket PP jelas menggunakan anggaran negara.



Tak berhenti disitu, Fadli Zon jadi ceriwis seperti istri tetangga kurang kiranti, begitu lebay mengomentari beda pendapat antar menteri. Kalau para menteri itu beda pendapat soal program kerja, sekarang Fadli Zon sebagai pimpinan DPR beda pendapat soal foto, istri jalan-jalan ke Jepang dan banner. Mana yang lebih kampret? Kalau masih ada yang menganggap Fadli Zon dan DPR lebih baik, saya ingin mengatakan dengan sangat serius “kalian sampah!”

Tersiar kabar bahwa PIA juga melakukan kegiatan sosial. Lha emang gue pikirin? Yang kami soroti  adalah foya-foya berlimpah itu. Apa mereka gak sadar kalo suami mereka di rumah sibuk membuat ramuan jeruk nipis dan kecap untuk obat batuk gegara serak, teriak-teriak, mengeluh gaji kecil dan kurang. Persis ayam tak dikasih makan.

Kalo ayam saya berisik biasanya saya sembelih! Kalo ayam kalian gimana?

Perampok Emas dan Jarahannya di Panama Papers

Fajar belum menyingsing pada Sabtu 26 Oktober 1983, enam perampok menyelinap masuk gudang Brink’s-Mat di Bandara Heathrow, London.

Keenam bandit mengikat satpam-satpam gudang, menyirami tubuh mereka dengan bensin, lalu menyalakan korek api untuk kemudian mengancam membakar para satpam jika mereka tidak mau membukakan pintu gudang.

Di dalam gudang itu, para perampok mendapati sekitar 7.000 batang emas, berlian, dan uang tunai. "Terima kasih banyak atas bantuan kalian. Selamat Natal,” kata seorang perampok kepada para satpam yang sudah dilumpuhkan itu sebelum mereka kabur entah ke mana.

Media massa Inggris menjuluki perampokan itu sebagai "Kejahatan Terbesar Abad Ini." Sebagian besar harta curian para perampok itu tidak pernah ditemukan hingga kini. Kisah mereka menjadi misteri dan menginspirasi para generasi muda dunia hitam di Inggris.

Namun kini, dokumen-dokumen milik firma hukum Panama Mossack Fonseca yang bocor dan dengan masif menyebar ke seluruh dunia untuk sekaligus mengguncang dunia, telah mengungkapkan salah satu misteri dalam dunia kriminal itu.

Perampok Emas dan Jarahannya di Panama Papers  

Dari dokumen bocor yang kemudian disebut dengan "Panama Papers" itu, terungkap bahwa pendiri firma hukum itu, Jurgen Mossack, mungkin telah membantu para perampok Brink's-Mat dalam menyembunyikan jejak harta rampokannya dari endusan pihak berwajib dengan melindungi mereka.

Caranya, membuatkan sebuah perusahaan yang ada kaitannya dengan Gordon Parry, dealer mobil di London yang mencuci uang hasil curian para perampok Brink’s-Mat.

Selang 16 bulan setelah perampokan itu, berdasarkan bocoran dokumen "Panama Papers", Mossack Fonseca mendirikan sebuah perusahaan abal-abal di Panama bernama Feberion Inc.

Jurgen Mossack adalah salah satu dari tiga calon direksi perusahaan gadungan ini. Langkah ini biasa dilakukan untuk menunjukkan bahwa perusahaan itu ada yang mengendalikan, namun sebenarnya tidak memiliki kekuasaan apa-apa, hanya di atas kertas belaka.

Sebuah memo internal yang ditulis Mossack menunjukkan bahwa pada 1986 dia khawatir perusahaan abal-abal ini "terlibat dalam manajemen uang hasil perampokan Brink’s-Mat di London yang terkenal itu. Perusahaan ini sendiri tidak pernah digunakan secara ilegal, namun bisa saja uang yang diinvestasikan perusahaan ini melalui rekening-rekening bank dan properti-properti berasal dari sumber-sumber yang tidak sah."

Catatan Mossack Fonseca dari 1987 menegaskan bahwa Parry berada di belakang Feberion. Tetapi catatan firma hukum itu juga menunjukkan, ketimbang memberi akses kepada pihak berwajib ke asset-asset milik Feberion, firma hukum Panama itu malah mencegah polisi Inggris masuk menyelidikinya. Tujuannya, agar Fonseca sendiri mengendalikan sepenuhnya perusahaan abal-abal itu.

Dokumen bocor Panama Papers itu kemudian menyingkapkan bahwa setelah polisi mendapatkan dua sertifikat kepemilikan perusahaan abal-abal itu, Mossack Fonseca mendesak Feberion untuk melepaskan 98 saham baru sehingga secara efektif menjauhkan perusahaan abal-abal ini dari sentuhan hukum.

Tetapi itu tidak berlangsung lama karena pada 1995 atau tiga tahun setelah Parry dipenjarakan atas perannya dalam perampokan emas di Inggris, Mossack Fonseca mengakhiri hubungan bisnisnya dengan Feberion.

Mengenai cerita ini, juru bicara Mossack Fonseca membantah tudingan firma hukumnya itu telah melindungi perampokan Brink’s-Mat. Sang juru bicara berkata bahwa Jurgen Mossack tidak pernah berurusan dengan Parry dan tidak pernah dihubungi polisi perihal kasus kriminal itu.

Namun pembelaan Mossack Fonseca itu hanya menunjukkan seberapa jauh perusahaan-perusahaan offshore atau perusahaan-perusahaan yang didirikan di luar negeri (yang di antaranya untuk menghindari pajak di dalam negeri dan atau untuk menyembunyikan hasil kejahatan) dalam melindungi kepentingan konsumennya.

Sistem perusahaan offshore menggantungkan diri kepada bentangan luas tingkat global industri perbankan, pengacara, dan akuntan. Dan semua ini bekerja beriringan demi melindungi rahasia klien-klien mereka.

Para ahli kerahasiaan ini menggunakan perusahaan-perusahaan tak dikenal, yayasan dan entitas hukum lainnya untuk menciptakan struktur rumit yang bisa digunakan untuk mengaburkan asal dari uang-uang panas, demikian laman ICIJ.

ANTARA

Belajar Tauhid kepada Iblis

Dalam Kitab at-Tawasin karya besar Mansur al-Hallaj:
ALLOH bertanya pada Iblis,"Mengapa kau enggan bersujud
pada Adam ?"
 
Iblis menjawab,"Tiada yang patut kuagungkan selain Diri-Mu".
ALLOH bertanya balik,"Kendati kau akan menerima kutukan-Ku ?".
Iblis menjawab,"Tidak mengapa, karena hasrat hatiku tak sudi condong pada yang lain.
Hamba hanyalah an object lover".

Kemudian Iblis bersyair:
"Kendati Kau membakarku dengan Api Suci-Mu
yang menyala-nyala untuk selamanya,
aku tak akan pernah sudi tunduk pada kesadaran ego (manusiawi),
pernyataanku berasal dari hati yang tulus,
dalam Cinta aku berjaya, bagaimana tidak ?"

Iblis melanjutkan syairnya:
"Sesungguhnya tiada jarak yang memisahkan Dikau denganku,
ketika tujuan tercapai, kedekatan dan jarak adalah satu
kendati aku ditinggal derita, keadaan itu akan menjadi karibku,
jika Kasih itu satu, bagaimana kita bisa berpisah ?,
dalam kemurnian yang mutlak, Diri-Mu kuagungkan,
bagi seorang hamba dengan hati yang benar,
bagaimana dia menyembah sesuatu selain Dikau ?".

Ribuan kali, ALLOH memerintahkan Iblis bersujud, bow down..!, tetapi dia tetap enggan, lalu ia bersyair:
"Duh Gusti, segala sesuatu termasuk diriku ini adalah milik-Mu,
Kau telah memberikanku pilihan,
namun Kau telah menentukan pilihan-Mu bagiku,
jika Kau melarangku dari bersujud, Kau adalah Pelarang,
jika aku salah paham, jangan Kau tinggalkan daku,
jika Kau menginginkanku bersujud dihadapannya, hamba patuh,
namun tak seorangpun lebih mengetahui
tentang Maksud-Mu selain Nuraniku ini"
 
Atas penolakannya, ALLOH menganugerahkan "A highest gift"
pada Iblis berupa kutukan dan penderitaan.

Dengan legowo, tanpa bertanya lagi, tanpa mengeluh,
ia menerima Anugerah-Nya yang Tertinggi, sekaligus terberat.
Sang Kekasih bertanya," Tidakkah kau menolak Anugerah-Ku ?".
Iblis, sang pencinta sejati menjawab,
"Dalam Cinta di sana ada penderitaan,
di sana pula ada kesetiaan, dengan begitu,
seorang pencinta menjadi sepenuhnya matang,
berkat kelembutan dan keadilan Sang Kekasih."

Klaim Iblis yang mengatakan bahwa ia terbuat dari api
dan Adam dari tanah,
sehingga ia enggan bersujud, sangat simbolik.
Seorang Iblis, dengan "Divine Consciousness"-nya mustahil mempermasalahkan hal-hal fisik jasadi semacam itu.

Melalui cermin Iblis, sebetulnya ALLOH sedang mengajarkan manusia tentang bahaya ego dan kesombongan akibat
kesadaran rendah, di sisi lain Dia mengajari para malaikat
tentang devosi murni model Iblis.
Di sisi lain lagi, melalui para malaikat,
Dia mengajarkan kesholehan pada manusia.

Alhasil, sesungguhnya Iblis merupakan Guru yang mengajarkan kesholehan pada para malaikat dan para malaikat mengajarkan kesholehan itu pada manusia.
Pada saat yang sama, Iblis mempertunjukkan jalan keburukan
pada manusia, agar manusia menghindarinya.

Tampak bertentangan, ibarat kain bagus yang ditenun di atas bahan kasar
(a fine garment is woven on a coarse,black backing).
Dengan kata lain, "whoever does not know vice will not know virtue!".
Inilah "opposite science" menurut Hallaj.

Lelucon Ilahi ini penuh makna, ibarat masquerade,
watak penyamaran.

Bersujud kepada Adam bukanlah perintah (a command),
melainkan ujian (a test).
Iblis mengetahui hal ini melalui bisikan-Nya lewat Nuraninya.

Al-Hallaj mengakui iblis sebagai monoteis sejati,
begitu pula "Muhammad",
simbolik bagi para Nabi, Kristus, Avatar,Buddha,Wali.
Mereka adalah perangkat Ilahi.
Sebagaimana iblis, Kanjeng Nabi Muhammad pernah
mengalami test serupa.
Beliau diperintahkan-Nya,"Lihatlah!".
Beliau tidak bergeming, tidak berputar ke kanan, tidak pula ke kiri
(beliau tahu bahwa Dia bersemayam di Dalam Diri).
Jangan mengkambing hitamkan iblis atas perilaku buruk kita.
Manusia benar-benar mandiri dan bertanggung jawab sendiri
untuk memilih jalan yang baik atau buruk.

Baik (good) dan buruk (evil) hanyalah refleksi Kebenaran (Truth).
Dan Gusti Alloh di atas baik dan buruk,
di atas cahaya dan kegelapan.
Nur 'ala nur, Alloh itu Cahaya di atas cahaya.

Renungkan syair Iblis berikut:
"Duh Gusti, Kau membebaskanku karena selubungku terbuka,
Kau membuka selubungku karena Keesaan-Ku,
membuatku satu dengan-Mu dari perpisahan,
demi Keberadaan-Mu Yang Nyata, aku tak bersalah
telah bersekongkol dalam kejahatan
tidak pula menolak nasibku,
tidak pula gelisah dengan perubahan yang kualami,
dan aku bukanlah orang yang membentangkan
di hadapan manusia jalan kesesatan !"

Dalam kitab Al-Milal wan-Nihal, malaikat ditantang
berdebat dengan iblis :

Malaikat : Iblis, mengapa kamu tidak mau sujud kepada Adam
Iblis : "Malaikat, Alloh sudah membuat undang-undang,
jangan sampai kita sujud kepada selainya Alloh
dalam Al-Qur’an surat fusssilat ayat 37 diterangkan :
"Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan bersujud
kepada bulan tetapi bersujudlah kepada Alloh
yang menciptakannya ( matahari dan bulan )".

Barang siapa yang bersujud kepada selain Alloh
akan jatuh musyrik dan musyrik adalah dosa
yang tidak mungkin diampuni lagi.
Jadi saya tidak mau bersujud kepada Adam
dikarenakan saya tahu bahwa Adam itu mahluk ,
kalau saya sujud pada Adam maka saya musrik ,
maka saya tidak diampuni ,
dan saya mutlak sujud hanya pada ALLOH Ta'ala saja
dan tidak sujud selainnya Alloh.

Malaikat : Iblis, kamu tidak tahu tidak sujud kepada Adam itu perintah Alloh bukan kehendak Adam, tetapi kehendak Alloh ta'ala ,
jadi kalau kamu bersujud kepada Adam
artinya kamu sujud kepada Alloh karena itu perintah Alloh.

Iblis : Memang betul, ini perintah Alloh tapi perintah tersebut
adalah untuk menguji ketauhidan kita.
Perintah itu memang ada yang semata-mata perintah,
tapi ada juga perintah yang bersifat untuk menguji ketauhidan kita.

Dari pembicaran tersebut ada dua hal yg menarik yaitu ;
- Apakah benar semata-mata perintah
- Apakah perintah yang bersifat menguji

Saya ( iblis ) jelas mengetahui bahwa perintah itu
adalah perintah yang bersifat untuk menguji ketauhidan kita
sebab yang mengetahui bahwa adam itu adalah mahluk
yang diciptakan dari tanah masak saya sujud
kepada mahluk dari tanah.

Malaikat : Darimana kamu mengetahui bahwa sujud kepad Adam itu
semata-mata untuk menguji tidak semata-mata perintah ..???

Iblis : buktinya ada larangan sujud kepada selainya Alloh itu
belum dicabut .
Dari satu segi dilarang sujud kepada selainya Alloh
dan segi lain diperintah sujud kepada selainya Alloh.

Bagaimana ( iblis ) saya tahu sujud kepada Adam itu
semata-mata perintah, kalau larangan belum dicabut,
kalau larangan bersujud selainya Alloh dicabut ,
maka saya akan mengetahui sujud kepada Adam itu
semata-mata adalah perintah Alloh.
Oleh karena itu larangan belum dicabut
maka jelaslah perintah sujud kepada Adam itu adalah UJIAN.

Demikian percakapan malaikat dan iblis dalam kitab tersebut.
Memang kalau kita lihat sepintas lalu menyalahkan IBLIS
sangat mudah akan tetapi seperti diatas iblis diuji ketauhidan
yang sangat sulit sekali
iblis pertama menggunakan alasan materi,
alasan ke 2 kemudian iblis menggunakan alasan tauhid ,
alasan ubuddiyyah.

Mlaku Mbungkuk Nang Ngarepe Wong Tuwo

Inilah Budaya Nusantara yang sangat cocok dengan misi Nabi Kita Muhammad saw. "Innama Buitsu Liutamimma Makarimal Akhlak"

Mlaku mbungkuk disini maksudnya adalah berjalan membungkuk saat lewat di depan orang yang lebih tua. Perilaku orang Jawa seperti ini sudah ada sejak dahulu. Bertujuan untuk mengajarkan tatakrama dan sopan santun kepada anak, agar menghormati orang yang lebih tua. Posisi yang dimaksudkan dengan mlaku mbungkuk yaitu, membungkukkan badan ke bawah, kemudian meletakkan satu tangan di belakang (tepat di atas pinggang), kemudian tangan yang satunya diluruskan ke bawah agak ke depan. Biasanya orang yang jalan membungkuk sambil berkata “nyuwun sewu, nderek langkung”. Saat berjalan dengan membungkukkan badan seperti ini, haruslah berjalan pelan-pelan, bukan malah berlari. Hal seperti itu adalah cara orang Jawa yang lebih muda dalam menghormati orang yang lebih tua, apabila hendak lewat di depannya. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar orang berjalan membungkuk di bawah ini.
 “Dalam interaksi sehari-hari di masyarakat Jawa, orang lebih muda akan selalu membungkukkan badannya ketika sedang berjalan di depan orang yang lebih tua. Etika ini bila dilihat sepintas akan terlihat sangat sepele, namun sebenarnya etika ini menggambarkan sikap tunduk atau hormat antara orang muda terhadap orang yang lebih tua. Selain itu, sikap membungkukkan badan juga menandakan bahwa orang ini menghargai dan menempatkan posisinya.“ (Zaairuh Haq, 2011:24)
.
Sayangnya, anak-anak muda di Jawa zaman sekarang mulai pudar sopan santun dan tatakramanya. Sehingga membuat mereka merasa tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang diajarkan orang tuanya sejak kecil. Disaat seperti sekarang ini, banyak anak kecil atau orang yang lebih muda, berjalan seenaknya saat lewat di depan orang yang lebih tua. Mereka merasa tidak malu atau dalam bahasa Jawa ora perkewuh. Akibat pengaruh budaya luar, akan membuat tatakrama dan perilaku anak muda di Jawa menjadi berubah.
.
Maka dari itu kita harus pandai-pandai memilih kebudayaan yang masuk, dengan meniru hal baik dan membuang hal yang sekiranya tidak pantas dilakukan orang Jawa. Agar, sopan santun atau etika orang Jawa tidak hilang dengan begitu saja.
.
.Sumber : Zaairul Haq, Muhammad. 2011. "Mutiara Hidup Manusia Jawa", Malang: Aditya Media Publishing.

BAGAIMANA DENGAN ANAK-ANAK KITA SEKARANG, APAKAH MEREKA MASIH MEMBUNGKUK JIKA LEWAT DIHADAPAN KITA ?